Janji Temu Cepat
Kawasan Industri Gresik JIIPE melakukan tiga tahap dalam melakukan pengembangan yang dimana sejalan dengan tingginya permintaan lahan Industrial Estate Gresik di wilayah Manyar. Pada tahap awal, ada sekitar 700 hektare lahan kawasan industri Gresik JIIPE dikembangkan untuk pembangunan infrastruktur seperti dermaga, jalan dan suplai air, listrik terkait dengan penyediaan air, gas, dan pengolahan limbah. Dan baru pengerjaan awal infrastruktur Kawasan Industri Gresik JIIPE ini, sudah ada beberapa perusahaan yang memesan tempat untuk dijadikan pergudangan dan pembangunan industry waktu itu. Seperti perusahaan CPO, Otomotif, dan lainnya.
Tahap kedua dan ketiga pembangunan fisik berupa pembangunan pelabuhan baru pada lahan seluas 300 hektare yang berada di depan Industrial Estate Gresik JIIPE. Pelabuhan ini bisa menjadi fasilitas bagi perusahaan-perusahaan untuk pengiriman logistik barang modal hingga untuk keperluan ekspor.
Dengan adanya pelabuhan di Kawasan Industri Gresik JIIPE ini, bisa menjadi solusi mengatasi tingginya tingkat arus bongkar muat di pelabuhan Tanjung Perak dan Terminal Teluk Lamong. Adanya Pelabuhan Kawasan Industri JIIPE juga bisa menekan biaya logistik dari hulu hingga ke hilir.
Selanjutnya, pada tahapan berikutnya dibangun kawasan permukiman GEM City sebagai pelengkap JIIPE Gresik di lahan seluas 500 hektare. Pembangunan permukiman tersebut sejalan dengan berkembangnya kawasan industri di Gresik JIIPE yang membutuhkan hunian bagi para buruh pelabuhan maupun kawasan industri. Pengembangan ini bekerjasama dengan PT AKR Land yang lahannya terpisah dengan proyek kawasan industri dan pelabuhan.